Polsubsektor Paramasan Cek Titik Hotspot Karhutla di Desa Angkipih

MARTAPURA, resbanjar.kalsel.polri.go.id – Anggota Piket Polsubsektor Paramasan bersama TNI dan masyarakat melaksanakan pengecekan titik api (hotspot) yang terpantau di wilayah Desa Angkipih, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Minggu (23/8/2026) siang.

Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi titik hotspot sekaligus melakukan pengecekan terhadap lahan yang sebelumnya terindikasi terbakar. Saat petugas tiba di lokasi, api dipastikan sudah dalam kondisi padam.

Dari hasil pengecekan, lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan dan vegetasi yang meliputi pepohonan sedang dan kecil, ilalang serta semak belukar. Pemilik lahan belum diketahui.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat beberapa area lahan yang terdampak kebakaran dengan luas masing-masing sekitar 0,50 hektare, 0,71 hektare, 0,67 hektare, 0,56 hektare, 0,40 hektare dan 0,50 hektare.

Dalam kegiatan tersebut, petugas yang turun ke lokasi yakni Aipda Puani, Sertu Wardiono serta warga masyarakat setempat.

Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Petugas turut berkoordinasi dengan Pembakal, aparatur desa dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pemadaman apabila kembali ditemukan titik api.

Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama TNI dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Paramasan.

Dalam pelaksanaannya, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya lokasi hotspot yang cukup jauh dari Mako Polsubsektor Paramasan, kondisi jalan menuju titik terdekat berupa jalan tanah dan berlubang, serta akses menuju lokasi yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki karena berada di kawasan pegunungan. Selain itu, jaringan komunikasi telepon seluler juga tidak tersedia selama perjalanan menuju lokasi.

Meski demikian, petugas tetap melaksanakan pengecekan guna memastikan kondisi titik hotspot dan mencegah potensi kebakaran meluas.

(HumresBanjar)